Biro Komunikasi dan Informasi Publik - Jumat, 26 Mei 2023

8 x Dilihat

Revitalisasi Terminal Tipe A Berikan Kenyamanan Bagi Pengguna Bus

Jakarta – Pemerintah tidak hanya peduli pengembangan moda transportasi massal modern, seperti MRT, LRT, dan Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) untuk mengurai/mengatasi kemacetan di jalan raya, perkotaan tetapi juga gencar mengembangkan infrastruktur penunjang moda transportasi massal konvensional untuk angkutan umum dan bus AKAP/AKDP dengan merevitalisasi dan membangun baru Terminal Tipe A.

Setidaknya pada tahun 2022-2023, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah membangun 5 terminal tipe A, antara lain 2 terminal berada di Sumatera Utara, diresmikan semester ke I 2022 dan 3 terminal berlokasi di Jawa Tengah, yang beroperasi pada awal 2023.

Selanjutnya akhir semester pertama tahun 2023, Kemenhub mulai lagi membangun/merevitalisasi Terminal Tipe A keenam di Purworejo, ditandai dengan peletakan batu pertama atau ground breaking, gedung terminal baru 2 lantai, di areal seluas sekitar 2.200 meter persegi.

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi yang menghadiri acara ground breaking didampingi Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengungkapkan bahwa upaya pembangunan/revitalisasi Terminal Tipe A adalah sesuai arahan Presiden RI Jokowi, guna meningkatkan minat/budaya masyarakat menggunakan transportasi massal.

"Karena itu pembangunan/revitalisasi Terminal Tipe A akan berkesinambungan di Jawa maupun luar Jawa dan yang sekarang di Purworejo Jawa Tengah, sekaligus akan menambah fungsi terminal sebagai pusat kegiatan dari masyarakat yang berkelanjutan," ujar Menhub.

Terminal multi fungsi yang dimaksud Menhub akan mengusung konsep mix use, menjadikan terminal memiliki tiga fungsi utama, meliputi sebagai tempat naik turun penumpang bus, pendorong, serta penggerak perekonomian daerah dan juga sebagai pusat kegiatan sosial, seni dan budaya.

Dengan konsep tersebut, Menhub menjelaskan pembangunan terminal dilengkapi dengan sejumlah fasilitas seperti area komersial bagi UMKM, kuliner, pelayanan publik, hotel, tempat belanja, ruang serbaguna, dan lainnya.

Terminal Bus, Senyaman Terminal Bandar Udara

Pembangunan Terminal Tipe A yang memiliki fasilitas lengkap seperti standar bandara, menurut Menhub, sudah direncanakan sejak awal kinerja kabinet Indonesia Maju II tahun 2019 – sebelum pandemi COVID-19.

Dalam membangun/merevitalisasi Terminal Tipe A agar memiliki kualitas/fasilitas serupa standar bandara. Menhub menjelaskan ternyata tidak sebatas memenuhi bangunan fisiknya saja, tetapi banyak hal yang harus dibenahi, seperti pelayanan, prasarana, sistem, SDM serta banyak lainnya.

Dari data Ditjen Perhubungan Darat Kemenhub, saat ini tercatat ada 125 Terminal Bus Tipe A tersebar di perkotaan/kabupaten di Indonesia. Namun, pengelolaan terminal tersebut masih terbagi oleh Pemerintah Daerah dan Pemerintah Pusat.

Pada tahap awal, Kemenhub merencanakan 38 Terminal Tipe A yang akan diprioritaskan untuk dibangun/direvitalisasi agar memiliki fasilitas sesuai standar bandara. Khususnya terminal di kabupaten/kota sepanjang Pantai Utara (Pantura), mulai dari Merak, Banten, hingga Banyuwangi - Jawa Timur. Luar Jawa meliputi Padang, Sumatera Barat; Provinsi Lampung, Pare-Pare, dan Sulawesi Selatan.

"Untuk Kota Padang akan kita bangun baru karena Padang belum punya Terminal Tipe A, sedangkan di kota/kabupaten lain yang sudah memiliki Terminal Tipe A hanya akan diperbaharui/direvitalisasi," imbuh Menhub.

Nantinya pelaksana pembangunan/revitalisasi Terminal Tipe A akan dilaksanakan oleh Ditjen Perhubungan Darat Kemenhub yang anggarannya disetujui Komisi V DPR RI yang dialokasikan dari APBN senilai Rp 5,7 triliun.

"Pembangunan/revitalisasi Terminal Tipe A menjadi program prioritas Pemerintah dengan tujuan utama untuk memperbaiki operasional angkutan umum dan bus AKAP/AKDP di perkotaan Jawa dan luar Jawa," tegas Menhub.

Sehingga dengan keberadaan Terminal Tipe A yang memiliki fasilitas serupa standar bandara, dibarengi dengan memperbaharui moda ansportasi massal seperti Buy the Service (BTS) dan Bus Trans di sejumlah kota besar, Pemerintah berharap akan dapat mengubah persepsi masyarakat terkait angkutan umum.

Solusi tersebut diharapkan akan memacu setidaknya mengembalikan pertumbuhan/perkembangan jumlah bus yang beroperasi secara nasional, sebagai angkutan umum massal dan mengurangi ketimpangan perannya dibandingkan moda transportasi darat lain.

Presiden Jokowi saat meresmikan revitalisasi/pembangunan 2 Terminal Tipe A di Sumatera Utara (Terminal Amplas di Medan dan Terminal Tanjung Pinggir di Pematang Siantar), Presiden memberikan arahan, “Pembangunan/revitalisasi Terminal Tipe A adalah program prioritas Pemerintah, sehingga pengerjaannya harus terus dilakukan secara berkesinambungan,” ujarnya, di Terminal Amplas, Medan, pada awal bulan Febuari 2023 lalu.

Presiden berharap dengan beroperasinya terminal di Kota Medan dan Kota Pemantang Siantar ini akan menumbuhkan budaya masyarakat menggunakan angkutan massal. “Kita harapkan setelah kedua terminal beroperasi, penuh betul-betul dapat memberikan layanan yang terbaik bagi mobilitas masyarakat dan barang,” kata Jokowi kala itu.

Kemacetan Harus Jadi Perhatian

Lebih lanjut presiden menjelaskan pembangunan maupun revitalisasi Terminal Tipe A, sebagai salah satu solusi mengatasi/mengurai kemacetan di kota-kota besar di Jawa dan luar Jawa akan mendapat perhatian utama Pemerintah.

Jokowi meminta kepada para pihak terkait dengan pembangunan/revitalisasi Terminal Tipe A harus terus dilakukan dengan fasilitas yang semakin baik, dibarengi dengan upaya memotivasi masyarakat agar mau beralih menggunakan angkutan umum, AKAP/AKDP yang nyaman dan aman, untuk mobilitas mereka di kota maupun luar kota.

Presiden juga mengimbau agar pengelola Terminal Tipe A dan juga tipe lainnya harus menjaga kebersihan, jangan sampai menjadi sarang preman dan kumuh. “Siapa yang mau naik angkutan umum, bus AKAP/AKDP kalau terminal rawan dan tidak memiliki fasilitas yang baik buat penumpang,” pesannya.

Menindaklajuti arahan Presiden, Menhub Budi Karya Sumadi menyampaikan pesan kepada jajarannya agar terminal bus dapat meningkatkan konektivitas antar wilayah perkotaan dan antar provinsi, memajukan perekonomian daerah, dan sektor pariwisata. (AS/IS/RY/HG)

Jajak Pendapat

Kementerian Perhubungan RI

Bagaimana proses pelayanan pengaduan di Kementerian Perhubungan?

Memuaskan Kurang Memuaskan Tidak Memuaskan
  MENU